Torch Doha - Qatar


Assalamuallaikum Wr. Wb.

Selama malam para blogger’s semua. Semoga selalu dalam keadaan sehat walafiat. amin.
14 Juni 2014 adalah hari dimana penulis melakukan perjalanan ke Qatar. Dikarenakan belum pernah dan baru pertama kali ke sana, maka persiapan yang dibawa hanya sebatas kira kira saja. Saat pertama tiba di bandara Hamad atau Hamad International Airport, dipintu pemeriksaan penulis harus berurusan terlebih dahulu dengan petugas bandara tentang alat alat yang penulis bawa. Saat itu juga terlihat seorang warna negara asing yang membawa 2 botol minuman keras, namun tidak diijinkan sama sekali untuk membawa keluar dari area bandara oleh petugas bandara. 
Dalam benak penulis, lumayan ketat juga ni negara...but so far so good lah...

Keesokan harinya, saat siang hari Menara Aspire atau Torch doha adalah tujuan kami saat itu untuk makan siang.


Torch Doha

Menara Aspire, yang lebih dikenal dengan sebutan The Torch Doha, adalah sebuah gedung pencakar langit setinggi 300 meter (980 kaki) yang terletak di kompleks Zona Aspire di Doha, Qatar. Bangunan tersebut dirancang oleh arsitek Hadi Simaan dan AREP dan insinyur Ove Arup and Partners. Pada mulanya menara ini berfungsi sebagai titik fokus untuk Asian Games ke-15 yang diselenggarakan oleh Qatar pada bulan Desember 2006.

Area paling atas dari menara tersebut dijadikan sebagai restaurant yang bisa berputar 360 derajat. Saat pertama pemandangan yang dilihat (tergantung posisi duduk) adalah lapangan tenis dan beberapa lapangan lainnya, namun beberapa menit kemudian pemandangan yang terlihat adalah panorama laut Doha.


View dari Torch Doha

Jika diamati area meja dan bangku sebagai restaurant tersebut terletak disisi pinggir dari bangunan itu, sedangkan sebagai poros adalah bagian tengah dari menara itu. Karna rasa penasaran akan kecepatan putaran dari menara tersebut, maka penulis mencoba untuk melakukan pengecekan. Ternyata saat itu untuk jarak 1 cm membutuhkan waktu 15 detik dengan kata lain kecepatan nya adalah 0.067 cm/detik. Memang terasa lambat, tapi dikarenakan kegiatan makan siang, ngobrol dan lain lain maka saat melihat kejendela baru akan terasa adanya perubahan view dari beberapa menit sebelumnya.



Lantai dengan Rotasi 360 derajat

Temperatur Doha (QATAR) dibulan itu sekitar 45.5 derajat celcius dan yang menjadi masalah pada beberapa hari disana adalah kondisi bibir yang mulai terasa kering dan tidak menunggu waktu lama, akhirnya luka juga. Sebelumnya berpikiran bahwa lip gloss hanya berfungsi pada kondisi cuaca yang dingin saja, namun dengan kejadian ini akhirnya penulis menyadari bahwa baik negara dengan temperature dingin maupun panas (berpengaruh dengan kelembaman sekitar), sebaiknya harus membawa lip gloss demi menjaga kondisi bibir agar tetap lembab.


Suasana Di Doha-Qatar

Dalam hal kebersihan, Doha terlihat sangat bersih dan tata kota nya tertata dengan baik. Saat lampu merah menyala, memang terlihat banyak kendaraan yang menumpuk, namun saat lampu hijau, kerumunan kendaraan tadi hilang dengan sendirinya. Memang terasa waktu lampu merah dan hijau dinegara itu lumayan lama.



Salam hormat,
Penulis

Belum ada Komentar untuk "Torch Doha - Qatar"

Iklan atas artikel

Iklan bawah artikel