Cara Membaca Performance Curve Pompa

Assalamuallaikum Wr. Wb.


Selamat malam teman-teman semua. Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT. Amin

Sesuai janji saya pada postingan sebelumnya, kali ini saya akan memberikan cara untuk membaca performance curve dari suatu pompa. Ini adalah lanjutan dari hasil pembacaan pompa pada Selection Chart sebelumnya.

 

Performance Curve Pompa


Gambar diatas adalah salah satu contoh dari performance curve pompa KSB. Jika dilihat terdapat banyak garis dan nilai-nilai yang mungkin teman-teman tidak mengerti apa dan bagaimana cara membacanya.

Contoh performance curve yang akan kita bahas disini adalah performance curve untuk pompa model KRT F 80-200 - 3 inch yang memiliki putaran 1750 rpm. Bisa diasumsikan disini bahwa pompa ini menggunakan frekuensi 60Hz.

Pada gambar diatas terdapat dua buah curva yaitu pada bagian atas dan bawah. Kurva bagian atas adalah kurva yang akan menentukan nominal diameter impeller sesuai spec yang kita inginkan. Sedangkan untuk kurva dibawah akan memberikan nilai power (Kw) yang dibutuhkan oleh pompa tersebut.

Jadi bisa disimpulkan bahwa kurva diatas akan memberikan hasil akhir kepada kita berupa diameter impeller dan power motor dari sebuah pompa yang kita butuhkan sesuai spec yang kita masukkan.

Sebagai contoh jika kita memiliki pompa yang sudah diketahui model nya melalui Selection Chart, namun kita ingin mengetahui berapa nominal diameter impeller dan berapa daya motor yang dibutuhkan, Maka kita dapat memasukkan kembali kapasitas dan head yang kita punya.

Sebagai contoh jika spec yang kita inginkan adalah Kapasitas 200 US gpm dan Head 30 ft, maka sama seperti cara sebelumnya yaitu kita lakukan dengan menarik garis horizontal pada 30 ft (kurva atas) dan garis vertikal pada 200 US gpm (kurva atas hingga kurva bawah). Selanjutnya kita akan melihat perpotongan garis yang ada di kurva atas dimana terdapat pada garis lengkung (diameter impeller) 185mm.

Kemudian coba perhatikan pada kurva bawah, cari juga nominal garis lengkung yang memiliki nilai 185 mm kemudian pada titik perpotongan antara garis vertikal yang sudah dibuat tadi terhadap garis lengkung 185mm, kita tarik garis horizontal sehingga akan didapat daya motor penggerak sebesar 3.2 Hp atau 2.3 Kw. Nah disini yang perlu diperhatikan adalah apakah motor listrik dengan nilai 2.3 Kw tersebut ada dipasaran ? Jika tidak maka kita akan menaikkan kapasitas Kw motor tersebut sesuai dengan yang ada dipasaran. Sebagai contoh kita bisa menaikkannya menjadi 3 Kw sesuai yang ada dipasaran.

 

Electro Motor


Selain itu jika anda mendapatkan perpotongan garis kapasitas dan head yang terletak diantara garis lengkung diameter impeller, maka anda bisa mendapatkan nilai diameter impeller dengan menggunakan persamaan senilai. Sebagai contoh jika anda mendapatkan perpotongan garis diantara garis lengkung 175mm dan 185 mm, atau jika kapasitas 200 US gpm dan Head 26 ft, maka anda bisa lakukan dengan menggunakan persamaan “Kuadrat dari (D2/D1) = Q2/Q1. Sehingga pada akhirnya anda akan mendapatkan nominal diameter 178 mm.

 

Namun pada dasarnya penentuan diameter pompa di dunia industri dipengaruhi oleh toleransi  dari kapasitas, head dan effisiensi pompa. Sehingga hitungan diatas biasanya akan dinaikkan sesuai standard pengetesan yang dilakukan masing-masing industri. Apakah mengacu ke Grade 1, 2 maupun 3. 

Demikian

Belum ada Komentar untuk "Cara Membaca Performance Curve Pompa"

Iklan atas artikel

Iklan bawah artikel