Flexible Coupling

 Assalamualaikum Wr. Wb.


Selamat malam para blogger semua. semoga kita semua selalu diberikan kesehata, kemudahan dan umur yang panjang oleh Allah SWT untuk selalu beribadah kepadaNya. Amin

Penerus Daya Putar Antar Shaft

Coupling adalah alat yang digunakan untuk meneruskan daya dengan cara menggabungkan dua buah poros yang saling berdekatan.

Adapun fungsi kopling yang digunakan dalam dunia permesianan antara lain:

  • Untuk menghubungkan dua buah shaft atau poros yang terpisah
  • Untuk mendapatkan kemampuan flesibilitas yang baik, terutama jika kedua poros tidak berada pada satu sumbu axis
  • Untuk menghindari beban kejut yang terjadi dari satu poros ke poros lain
  • Untuk menghindari beban kerja yang berlebih pada suatu system
  • Untuk menghindari getaran yang tinggi dari dua poros yang saling berputar
  • Pada dasarnya coupling terdiri dari 2 macam yaitu Kopling Kaku dan Kopling Flexible.

Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi pengetahuan tentang penggunaan kopling flexible dengan material FC (Ferro Carbon). Mungkin anda bingung jika harus menentukan jenis copling yang mana yang harus dipilih untuk digunakan pada peralatan yang anda miliki.

Kita ambil contoh anda memiliki sebuah unit pompa dengan motor listrik sebagai penggerak.

Kalau diamati, hampir sebagian besar diameter shaft penggerak atau driver akan lebih besar dari pada diameter driven. Sehingga jika anda melakukan pengukuran terhadap diameter shaft motor listik dan diameter shaft pompa, maka akan didapatkan diameter shaft pada motor listrik akan lebih besar dari pada diameter shaft pompa.


Apa Hubungannya?



Jika dilihat pada tabel standard spesifikasi untuk coupling NBK type FCL, maka kita akan menemukan kolom “Max.Bore”. Nah kolom tersebut diartikan sebagai diameter maksimum yang bisa dilakukan proses drilling pada kopling tersebut.

Kita ambil contoh, jika anda memiliki diameter shaft pompa 28mm dan diameter shaft motor listrik 38mm, maka anda harus menggunakan coupling dengan type FCL 160. Sehingga anda akan melakukan proses drilling pada coupling pompa sebesar 28mm dan pada coupling motor  sebesar 38mm.

Cara diatas adalah cara yang paling mudah menurut saya untuk memilih type coupling yang cocok digunakan pada peralatan yang anda miliki dan tidak bertele tele dalam menentukan jenis coupling yang bisa kita gunakan. Sedangkan untuk cara yang lainnya adalah dengan menggunakan persamaan daya yang berbanding terbalik terhadap putaran x 716 x sarvice factor. Hasil yang didapat adalah torsi yang diperlukan pada kopling untuk bisa bekerja pada sistem tersebut, nah tinggal dicari nilai torsi tersebut kedalam tabel yang ada dan anda akan menemukan jenis kopling yang sesuai.

Belum ada Komentar untuk "Flexible Coupling"

Iklan atas artikel

Iklan bawah artikel