Pengalaman Berbelanja Online


Assalamualaikum Wr. Wb.

Selamat malam para blogger semua. Semoga selalu diberikan kesehatan oleh Allah SWT. Amin
Hampir sebagian besar dari kita mengenal dan mengetahui yang namanya cara berbelanja online. Mereka kerap membuat iklan dan menayangkan dibeberapa situs jejaring sosial yang kita gunakan sehingga kita akan sering melihat berbagai macam situs belanja online yang ada.
Nah, kali ini penulis ingin berbagi kisah yang bisa dibilang mengesalkan selama penulis melakukan transaksi pembelian barang melalui toko online.

source : recode.id

Pada dasarnya ada beberapa jenis penjual online yang membuka toko secara online :
  • Penjual dengan rating bintang yang bagus (mulai dari bintang 4 keatas)


Untuk jenis penjual seperti ini tidak perlu dibahas terlalu panjang, karena memang tujuan utama dari jual beli di toko online adalah salah satunya mendapatkan penjual yang memiliki reputasi yang baik lewat bintang dan ulasan-ulasan yang diberikan oleh pembeli.


  •  Penjual yang menipu


Penjual jenis ini biasanya saat kita bertanya ketersediaan barang, dia akan berusaha mengarahkan kita untuk berkomunikasi dan bertransaksi via WA. Tidak melewati website toko online tersebut. Dengan mengiming-imingi harga yang murah, bonus, pengiriman yang cepat dan lain sebagainya, mereka mencoba dan terus berusaha untuk meminta sipembeli melakukan proses transfer ke rekening mereka untuk melakukan pembelian produk tersebut. Nah saat itulah jika kita melakukan transfer ke rekening mereka, maka dengan cepat mereka akan langsung memblokir no hp, akun online kita dan lain sebagainya dari sipembeli. Dengan tujuan agar sipembeli tidak dapat melakukan penelusuran atau pengecekan siapa dan dimana sebenarnya sipenjual tersebut.
Hal yang paling penting disini adalah, jangan tergiur dengan harga yang murah untuk jenis barang yang kamu inginkan jika toko tersebut belum pernah melakukan penjualan, belum ada ulasan dari pembeli maupun belum ada bintang.

  •  Penjual iseng


Nah jenis penjual yang satu ini ni yang menyusahkan para calon pembeli. Mereka aktif menjawab semua pertanyaan si pembeli di menu diskusi atau chat. Saat ditanya apakah barang ready? Mereka akan selalu menjawab ready dan silahkan diorder. Mereka tetap melakukan segala komunikasi dan transaksi via website toko online tersebut. Namun pada saat kita udah melakukan proses pembayaran, mereka mulai melaksanakan visi nya. Mulai dari ada yang nyuekin hingga 3 hari (otomatis batal), tiba-tiba menjawab harga barang yang belum update, stock barang habis hingga dengan sengaja mengcancel transaksi karna macam-macam alasan yang diberikan pada menu toko online tersebut.
Memang secara otomatis kesemuanya masalah diatas tersebut proses nya dianggap batal dan dana akan dikembalikan, namun masalahnya yang timbul adalah, proses pengembalian dana kita tersebut baik ke saldo online ditoko tersebut maupun kartu kredit akan memakan waktu maximal 14 hari kerja.
Boy,,,lu bisa bayangin 14 hari kerja? Hari kerja itu senin-jum’at kalo 14 hari kerja otomatis butuh waktu 3 minggu. (Walalupun terkadang waktu pengembalian uang kita tersebut tidak sampai 14 hari kerja), namun tidak juga 1 atau 2 hari langsung kembali tu uang.
 Trus gimana dengan kita yang butuh barang itu dengan segera ???
Uang tertahan karna kesalahan penjual, dampaknya pembeli yang pusing. Mending Cuma sekali kita mengalami hal tersebut, nah kalo setelah dana kembali pembelian kedua dilakukan di toko yang lain tapi kena lagi dengan hal serupa, padahal kalo dilihat tokonya sudah memiliki bintang walaupun tidak bintang 4 atau 5 gimana coba???
Apesnya penulis hingga 3 kali mendapatkan hal tersebut di salah satu toko online terbesar yang ada saat ini. Hingga penulis menuliskan kisah ini, saldo KK penulis masih tertahan di slaah satu Bank karena menggantung.
Hal tersebut sudah penulis adukan kepusat pengaduan di toko online tersebut. Namun penjelasan dan action yang diberikan tidak ada arti. Kalo dihitung-hitung hingga penulis menulis kisah ini hampir 1 bulan 7 hari uang penulis tertahan.
Jujur ya, sebenarnya yang salah adalah pihak penjual, namun pembeli yang menerima dampak buruknya. Apa tidak ada suatu metode yang bisa diberikan oleh penyedia layanan toko online tersebut terkait hal seperti itu yang menyengsarakan si pembeli ??
Memang siapapun bebas membuka toko, namun apakah pihak penyedia toko online bisa memberikan semacam security terhadap penjual dari toko iseng tersebut, yaah minimal keditec or apalah agar tidak merugikan si pembeli.

  • Pengalaman

Contoh yang baik yang pernah penulis alami adalah di Shopee. Saat itu penulis melakukan transaksi pembelian sepeda lipat seharga Rp3,278,000,-. Dan proses pembayaran via KK sudah berhasil. Saldo KK penulis sudah terpotong. Namun transaksi penulis dibatalkan sepihak oleh si penjual iseng, spontan penulis langsung mengecek saldo KK penulis. Alhamdulilah saldo KK penulis yang awalnya sudah kepotong namun kembali lagi sesaat si Penjual Iseng meng-cancel transaksi.
Selain itu juga penulis perhatikan saat bertanya kesediaan barang via kotak chat di shopee, terkadang penulis menemukan comment otomatis dari Shopee untuk tidak melakukan transaksi di toko tersebut.
Nah ini lah yang saya maksudkan tadi diatas. Shopee sudah memiliki semacam security yang lebih baik untuk menditeksi kecurangan-kecurangan yang mungkin terjadi pada toko yang dimilikinya sehingga pembeli akan segera mengakhiri chatingan bersama si penjual.

Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya dan dipermudahkan dalam mencari rejeki. Amin


Salam hormat,
Penulis

Belum ada Komentar untuk "Pengalaman Berbelanja Online"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel