Istriku, hidup dan rejeki ku

Assalamualaikum Wr. WB.

Selamat malam para pembaca semua. Semoga selalu dalam lindungannya. Amin
Istri terbaik...pasti kita hanya diam mendengarkan kata itu. Namun kata tersebut punya makna yang sangat kuat dalam sebuah bahtera rumah tangga.



Saat itu adalah hari dimana dikenal dengan ungkapan sehari menjadi Raja. Paham kan. Nah rasa senang kenyataannya memang terjadi pada hari tersebut. Ramai sahabat, sodara maupun tetangga yang memberikan selamat bla bla bla pada saat itu.
Hari berganti hari dilalui dan sejujurnya rasa saat saat pacaran dahulu tidak lagi sama seperti sebelumnya. Mungkin pada dasarnya kita berpikir toh dia udah menjadi milik kita.

Terkadang pertikaian timbul dan tenggelam hanya dikarna kan masalah masalah yang sepele. Tanpa disengaja terkadang terlontar kata hinaan ke istri kita sendiri. Saat saat itu terjadi mungkin emosi sudah mengalahkan logika hingga apapun kita ucapkan tanpa sedikitpun merasa bersalah alih alih mencoba memposisikan diri sebagai si istri. Namun dia hanya menangis dan sedikit memberikan penjelasan, namun akhirnya mendapatkan amarah yang amat sangat oleh kita.

Terkadang saat pertikaian terjadi, tanpa sadar kita tidak memperdulikan situasi saat itu. Apakah sedang dijalan, tempat umum maupun didepan anak anak. Astagfirullah.
Pada kenyataannya saat pertengkaran itu terjadi hampir sebagian besar anak anak akan lebih mendekat kan diri ke sang istri. Terserah apakah saat itu memang si istri yang salah atau benar. Mereka akan tetap berjuang untuk membela ibunya dengan cara berada disamping ibunya dan terkadang ikutan menangis....Ya Allah...
Namun setelah beberapa jam dari pertengkaran tersebut, sejujurnya baru rasa menyesal tersirat dipikiran dan hati kita. Ingin rasanya meminta maaf. Namun entah gengsi dan lain sebagainya maka hal tersebut diurungkan. Malah terkadang kita yang menunggu mereka untuk meminta maaf kepada kita tanpa melihat siapa yang benar saat itu.

Terkadang rasa egois yang menyatakan diri kita sebagai pencari uang untuk keluarga sangat tinggi, sehingga kita melupakan jasa sang istri selama berada dirumah disaat kita kerja.
Coba di pikir, mulai dari mengurus anak, membersihkan rumah, mencuci pakaian, nyetrika, masak, mengantar anak sekolah, kepasar, mandiin anak, nidurin anak hingga menyiapkan makan untuk kita saat pulang kerja. Berapa jam dan usaha yang sudah mereka lakukan untuk kita.

Sedangkan kita hanya bekerja diwaktu normal 8 jam kerja yang didalamnya masih ada waktu santai untuk sendiri.
Sedangkan sang istri bisa dikatakan lebih dari 14jam sehari bekerja tanpa adanya waktu santai untuk sendiri. 
Untuk hal ini sebaiknya direnungkan dengan pikiran jernih.

Namun kita selalu merasa kita yang lebih dari segalanya dalam hal mengurus rumah tangga saat terjadi pertengkaran. Memang kalau ditanya didalam hati, kita juga mengetahui bahwa istrilah yang memiliki kontribusi yang sangat besar buat keluarga.

Nah dari penjelasan diatas, pasti kita semua sepakat bahwa istri adalah sesosok wanita yang sangat istimewa yang dianugrahkan oleh Allah SWT untuk menyempurnakan hidup kita baik financial maupun kehidupan kita didunia.
Jika merasa jengah untuk menyatakan cinta dan sayang langsung ke istri, cobalah untuk menunjukkan dengan memberikan hadiah yang tujuannya hanya untuk membuatnya bahagia.
Pasti dia akan merasa melayang layang.....coba deh sob...

Satu hal yang paling penting, sayangi istri dan anak anak kita...karena mereka adalah titipan Allah yang juga membuat kita selalu dipermudahkan dalam segala hal.
Semoga Allah SWT selalu memberikan rahmat dan hidayahnya buat sang istri. Amin


Salam hormat,
Penulis

Belum ada Komentar untuk "Istriku, hidup dan rejeki ku"

Iklan atas artikel

Iklan bawah artikel