Mancing Di Bagan Tanjung Kait

Assalamualaikum Wr. Wb.

Selamat malam para blogger semua. Semoga kita selalu dalam lindunganNya. Amin.

Buat para angler angler semua hari ini penulis akan berbagi dalam pengalaman penulis saat memancing disalah satu bagan yang ada di Tanjung Kait, Tangerang.
Saat itu lokasi penulis sedang berada dikota Depok dan seketika ada keinginan penulis bersama teman kostan untuk memancing.
Namun kami menginginkan lokasi nya adalah laut. Mulai lah pencarian lokasi dilakukan. Mulai dari Tanjung Priok, Tanjung Pasir, Pulau Seribu hingga Tanjung Kait.

Ikan Cendro

Nah, berdasarkan rekomendasi dan ajakan salah satu orang tua dari teman kuliah untuk memancing ditanjung kait maka hal itu menjadi tujuan akhir dalam pilihan lokasi memancing kami.
Perjalanan yang kami tempuh dari depok ke tanjung kait dengan menggunakan sepeda motor sekitar 3-4 jam. Itu sudah termasuk berhenti untuk membeli bensin, makanan dan es untuk mendinginkan hasil tangkapan nanti.
Singkat cerita sekitar jam 12 an kami sampai di Dadap dan disana ada penjualan es parut. Kami memutuskan untuk membeli es parut dan dimasukkan kedalam box es yang sudah kami bawa tersebut. Harganya sekitar Rp10,000.
Persis didepannya ada Alfamart dan langsung kami membeli perlengkapan makan seperti indomie, kopi, snack dan gas kalengan.

Perjalanan kami teruskan hingga ketanjung kait. Hampur mendekati tanjung kait ada pertigaan yang mengarah ke tanjung pasir. Biasanya jika kita ingin ke pulau untung jawa, maka Tanjung Pasir lah sebagai pelabuhan nya yang mengantarkan kita menuju Pulau Untung Jawa (Kepulauan Seribu Selatan).
Disamping itu juga pemandangan yang disajikan adalah sekolahan berbentuk haluan kapal, sawah dan pasar pasar ikan asin.
Sesampainya ditanjung kait, maka kita akan diminta pass masuk. Harga per orang saat itu adalah Rp2,000,-.
Sekitar 50 meter dari tempat pembayaran tadi tepat disebelah kiri ada gubuk bambu tempat menjual udang hidup sebagi umpan.
Kami membeli Rp50,000,-. Lumayan banyak udang yang kami dapat saat itu dengan perhitungan mancing hingga esok hari dengan jumlah angler 3 orang. Untuk hal umpan kami sjuga membawa aerator sebagai bantuan udara dalam wadah umpan udang tersebut dengan tujuan agar udang tidak gampang mati.

Selanjutnya sampailah ke warung warung makan seafood yang letaknya tepat di samping laut dan ada juga yang menjorok ke laut.
Saat itu kami bertemu dengan Bang Madi sebagai salah satu pemilik resto dan sekaligus sebagai pemilik beberapa bagan yang ada disana.

Saat itu pukul 13.30 siang. Ada 3 lokasi  yang ditawarkannya dalam memancing. Yang pertama lokasi paling dekat dengan Tanjung kait harga perkepala nya Rp25,000,- yang kedua lokasinya ditengah tengah harganya Rp35,000,- dan yang ketiga lokasinya paling jauh atau lebih mendekati ke Pulau Laki dan harganya saat itu adalah Rp45,000,-.
Perbedaan ketiga lokasintersebut selain jarak adalah warna lautnya yang coklat atau dangkal, hijau kebiruan dalam dan biru jernih yang paling jauh.
Biasanya paling jauh tersebut kita akan dengan mudah melihat bermacam ikan yang ada dikarang karang tersebut.

Harga yang ditawarkan tersebut sudah termasuk biaya penitipan motor, lampu emergency 2 buah, terpal untuk tenda dan tidur serta antar jemput dengan menggunakan kapal kecilnya.
Tidak lupa kami membeli air mineral dan beberapa bungkus nasi diresto bang madi untuk kami bawa ke bagan nanti.
Sebenarnya menurut saya, lebih baik membeli semua perbekalan di Resto atau warung yang ada ditanjung kait tersebut, karena akan meringankan beban pundak selama perjalanan tadi, kecuali beberapa item yang tidak ada disana.

Bagan yang dimilikinya lumayan banyak dan sebelumnya kami melakukan kesepakatan dahulu lokasi bagan yang kami inginkan ubtuk memancing.
Tepat jam 14.00 kami diantarkannya kebagan tengah dengan kapan atau perahu kecil miliknya. Perahu tersebut menggunakan mesin Dongfeng 19 Hp.

Kondisi bagan lebih tinggi dari kapal, sehingga kami bekerja sama dalam menaikkan semua barang bawaan kami keatas bagan.
Hal yang pertama kami lakukan adalah me dirikan tenda, secara rangka bambu sudah ada, kita tinggal memasang atap dan alas untuk kita tidur saja.

Tenda bagan

Setelah selesai, prodes memancing pun langsung kami lakukan hingga larut malam.

Kondisi malam di bagan

Ikan yang mendominasi saat itu adalah kerapu setan atau barong, kerapu macan, pari, cendro dan kiper yang kami dapatkan.
Pada pagi harinya kami memulai mancing lagi sekitar jam 05.00 pagi hingga jam 08.30.

Fajar di bagan

Bagi saya proses memancing dibagan yang paling tidak mengenakkan adalah mulai jam 08.30 hingga jam 13.00.
Panas matahari sangat sangat membakar kulit meskipun krim pelindung matahari kami gunakan.
Hingga tibalah jam 11.15 perahu yang menjemput kami terlihat. Selain menjemput, mereka juga sambil mengantar para angler lain yang ingin memancing dibeberapa bagan milik bang madi yang lain.
Sebelum turun kekapal, kami melepaskan kembali ikatan tenda dan membawa lampu emergency yang dipinjamkan oleh bang madi sebelumnya.

Perjalanan dari bagan ke tanjung kait membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Tergantung lokasi bagan yang diinginkan.

Biat para agler semua silahkan berkunjung ke Tanjung Kait dan rasakan sensasi tarikan ikannikan yang ada disana.


Salam hormat,
Penulis

Belum ada Komentar untuk "Mancing Di Bagan Tanjung Kait"

Iklan atas artikel

Iklan bawah artikel