Postingan Terbaru

Cara Mengajar Anak Berbahasa Inggris Dirumah

5 Tempat Wisata Bersejarah yang Wajib Dikunjungi di Kepulauan Riau

Assalamualaikum Wr..Wb...

Hai para blogger's dunia....
Berikut adalah 5 daftar tempat liburan bersejarah di Kepulauan Riau.

1. Kampung Vietnam - Pulau Galang Batam
Kampung vietnam di pulau galang merupakan camp pengungsian seluas 80 hektar yang dibangun puluhan tahun yang lalu pada waktu perau saudara divietnam tahun 1975.
Melihat pulau ini akan mengingatkan kita bahwa betapa kejamnya tentara vietnam saat itu hingga memaksa para warga negaranya sendiri melarikan diri hingga menyebrang lautan untuk mengungsi kenegara lain.
Kampung vietnam ini terletak di pulau galang (Batam) yang sekarang dijadikan sebagai salah satu tempat liburan yang bersejarah di pinggiran kota batam.
Dari kota Batam, kita akan melalui jembatan barelang untuk menuju pulau galang ini.
Perjalanan memakan waktu sekitar 1,5 jam dengan jarak sekitar 50-60km dari kota batam.
Pada jamannya pulau ini sangat lengkap untuk fasilitasnya baik dari rumah sakit, sekolah, tempat ibadah dan lain sebagainya.


Pulau Galang - Batam

2. Mesjid Pulau Penyengat - Tanjung Pinang
Mesjid pulau penyengat terletak di depan pulau Tanjung Pinang, pulaunya dapat di tempuh dengan menggunakan perahu atau biasa disebut pompong dan perjalanan memakan waktu sekitar 20-25 menit dari pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjung Pinang.
Pulau penyengat (Pulau penyengat Inderasakti) memiliki ukuran panjang 2000m dan lebar 850m.
Peninggalan bersejarah diantaranya adalah Masjid Raya Sultan Riau yang terbuat dari putih telur. Makam makam para raja, pahlawan nasional juga ada seperti Raja Ali Haji yang terkenal dengan Gurindam 12 nya.
Banyak para turis, pelajar menjadikan pulau ini salah satu sebagai tujuan wisata dan mencari tahu sejarah masa lalu.


Masjid Pulau Penyengat - Tanjung Pinang

3. Senggarang - Tanjung Pinang


Pulau senggarang terletak di Tanjung Pinang yang merupakan sebuah desa kecil. Senggarang dikenal sebagai pulau tempat berkumpulnya dewa-dewa. Disebut seperti itu karena disana terdapat banyak patung patung budha yang sudah berdiri sejak berabad yang lalu. selain itu disana juga terdapat kelenteng-kelenteng yang juga sudah berdiri sejak lama dan dijadikan sebagai tempat beribadah untuk memohon kesehatan.
Sebagian besar penghuni pulau ini bersuku tionghoa yang sangat ramah dan bersahabat.
Pulau ini bisa ditempuh dengan jalur laut melalui pelabuhan sri bintan pura sekitar 15 menitan atau bisa menggunakan jalur darat, namun sedikit jauh karna jalur yang memutar.


Gapura di Pulau Senggarang - Tanjung Pinang

4. Dompak - Tanjung Pinang
Pulau dompak merupakan pusat pemerintahan provinsi kepulauan riau yang memiliki luas 995 hektar.
Pulau ini di hubungkan dengan 2 buah jembatan kedataran kota tanjung pinang.
Konon nama Dompak dikarenakan dahulunya jauh sebelum masa kemerdekaan, tepatnya saat kerajaan Riau Lingga, pulau ini dijadikan sebagai tempat persembunyian Perompak.
Perompak yang bersembunyi dipulau itu terdiri dari beberapa etnis seperti Tionghoa, Melayu, Bugis, Thailand dan Jawa.
Saat mendengar suara gong dari para perompak, maka para gadis gadis penduduk lokal akan segera bersembunyi atau segera masuk kedalam rumah.
Tempat persembunyian para perompak itu didaerah bakau, dan pada suatu hari saat para ketua perompak tersebut sedang tertidur tiba tiba tertimpa kayu bakau, itu merupakan firasat buruk. tak lama kemudian kepala perompak itu akhirnya meninggal.
Sebelum yang lainnya meninggalkan pulau itu, mereka memberikan info ke para penduduk bahwa mereka tidak akan kepulau itu lagi dan akhirnya para penduduk menamakan pulau itu dengan sebutan Pulau Dompak.


Jembatan Pulau Dompak

5. Pulau Singkep
Pulau singkep merupakan salah satu dari 3 pulau besar yang ada diKabupaten Lingga-Kepulauan Riau.
Pulau ini dulunya dikenal sebagai pulau penghasil timah dengan lamanya hampir dua abad mulai dari tahun 1812-1992 silam.
Saat itu pulau singkep merupakan salah satu dari 3 daerah penghasil timah terbewar di Indonesia antara lain Bangka, Belitung dan Singkep.
Sultan yang pernah bertahta di tanah ini adalah Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah II (1857-1883), yang merupakan Sultan Riau-Lingga pertama yang diangkat berdasarkan surat keputusan gubernur hindia belanda yang memfokuskan  program kerjanya untuk meningkatkan penghasilan rakyatnya.
Dipulau ini juga jika kita jelajahi, maka kita akan menemukan sejarah lain yang ada disekitar pulau itu. Suku mayoritas yang mendiami pulau singkep adalah suku Melayu.

Pulau Singkep




Salam hormat,
Penulis

0 Response to "5 Tempat Wisata Bersejarah yang Wajib Dikunjungi di Kepulauan Riau"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel